Posts Tagged ‘ finance ’

5
22
May

Kenapa sih butuh Dana Pensiun?

GettyImages.com

Salah satu tujuan investasi jangka panjang yang sering banget diomongin adalah Dana Pensiun. Seringkali para penasehat keuangan sudah berbusa menerangkan pentingnya Dana Pensiun dan betapa kecilnya dana yang harus dialokasikan bila dimulai dari sekarang. Tapi, lebih sering juga, kita (termasuk gue, dulu) masa bodoh dan mikir “Duh, apa iya butuh? Gak bisa nanti-nanti aja ya?” dan godaan dari Sale sepatu, baju, tas selalu menang dan menggerus porsi yang seharusnya dialokasikan ke dana pensiun (atau malah, jadi ga ada sama sekali!). Mungkin juga sebenernya udah sadar, tapi takut untuk memulainya. Well, sama! Saya juga takut :P hihihii Tapi sekarang, gue mencoba memberanikan diri dan memulai. Dan gue share alasan penting yang bikin gue sadar, kenapa gue butuh dana pensiun dan kenapa harus mulai sekarang :D

Read the rest of this entry »

10
21
May

INSPIRED: Investment Plan Day by Bank Mandiri

Hari Rabu, 20 May 2009 kemarin, Bank Mandiri mengadakan acara Investment Plan Day yang diberi judul INSPIRED. INSPIRED sendiri kepanjangan dari Investment Plan Start Your Financial Freedom. Acara yang berformat seminar ini diadakan seharian penuh di Blitz Megaplex dan tidak dipungut bayaran alias Gratis tis tisss!! Pantesan aja yang datang lumayan banyak, termasuk saya :D Hihihi kapan lagi ada event bagus, gratis pulaaak… Peserta yang datang pada seminar datang dari beberapa kelompok undangan yaitu teman-teman dari PortalReksadana, Mahasiswa dan undangan khusus untuk nasabah Prioritas Bank Mandiri.

Read the rest of this entry »

0
3
Aug

Close To You

It bothers her that only after two months since she said she needed some space and time to be alone for a while, to make up her mind, he had found someone else. And now telling her that he’s loving every inch of this girl, just like he used to say about her.

“Man.. they’re all the same. Saying he can’t live without you and the next thing you know, they already hooked up with the first girl exist in your absence.” She silently told herself. And jerked of the bitter sweet memories she had with him. “I’m not special. Just any other girl to him.” And felt glad about her decision to be alone for a while, the truth had risen in to the surface just like a dead body floating in the river.

I’m better of alone, without him. The truth has slashed her heart and make it bleed. She get rid of his chunky faded face out of her memory intentionally but couldn’t get rid the image of those ocean-blue eyes on his, the golden brown of his locks. How she always told him that she could get lost in time just seeing those eyes and remembered the line of lyrics that she once sang to him.

“On the day that you were born, the angels got together
And decided to create a dreams come true
So they sprinkled moon dust in your hair
Of gold and starlight in your eyes of blue…

That is why all the girls in town
Follow you… all around…
Just like me, they long to be.. Close to you…
”

She inhaled deeply. It was true. Not just her. That girl also long to be close to you… For eternally, perhaps. And surprisingly it really hurts her to realize that it’s just not her.

1
15
Jul

Sabtu Seru

Sabtu kemarin saya lalui dengan cukup menyenangkan, mengingat journey yang saya lalui dan pengalaman-pengalaman spontaneous yang cukup seru, kalo diinget sekarang, malah jadi seneng dan merupakan pengalaman berharga. Alhamdulillah sabtu kemaren itu dapat dilalui dengan selamat sentosa, padahal saya pergi ke daerah-daerah yang cukup asing buat saya & loncat kesana kesini. Gimana gak coba, pagi ke kantor, trus ke bangsar, chinatown, pudu raya dan berakhir di KLCC. Hahaha bener-bener ga ada yang nyambung, saya mau cerita ah…

Jadi gini, weekend besok saya berencana ke Singapore, sebenernya secara Malaysia – Singapore memiliki jarak yang cukup dekat, maka ada beberapa cara untuk pergi ke Singapore, yaitu: naik pesawat yang akan memakan biaya 300 RM lebih kalau naik MAS, naik kereta yang murah meriah 35 RM saja tapi memakan waktu 10 jam, atau naik bus yang juga murah meriah dan hanya memakan waktu +/- 5 jam saja, well pilihan terakhir bisa juga sih naik Air Asia sampai Johor trus disambung naik bus, tapi we’ll skip that option, secara bakal bikin badan capek banget. Nah pilihan saya jatuh pada bus. Tapi gak berhenti sampai disitu, pilihan bus juga macem-macem, dari yang mahal banget tapi mirip naik pesawat yaitu bus Aeroline, yang murah meriah tapi naik dari Terminal Pudu kaya TransNasional, atau yang juga murah meriap tapi lebih nyaman naik First Coach dari Bangsar. Jelas pilihan saya jatuh ke First Coach, karena Bangsar deket banget sama tempat saya tinggal.

Sebenernya temen saya ini udah memperingatkan saya untuk booking dan beli tiketnya dari minggu kemaren, tapi emang dasar saya keras kepala dan over PD, saya pikir nanti aja beli tiketnya. Dan ternyata nila bener, tiketnya fully booked buat perjalanan Sing – KL, ada sih, tapi jam 7.30 pagi dan saya gak mau pulang sepagi itu. Akhirnya saya beli aja dulu tiketnya, KL – Sing, untuk hari Jumat malem, sambil mikir gimana caranya balik dari Sing ke KL. Tanya sana sini, pilihan terakhir yang sebenernya males banget saya ambil ialah saya harus ke Terminal Pudu, beli tiket bus TransNasional disana.

ChinaTown

Seperti halnya terminal bus, terminal bus Pudu tuh penuh banget. Packed of people, panas banget dan yahhhh layaknya terminal deh, jadi saya ga merasa aman pergi kesana, apalagi saya Cuma berdua sama temen saya yang cewek juga. Akhirnya dengan membaca bismillah, gue berangkat kesana. Temen saya bilang, kita harus turun di Pasar Seni, trus jalan ke Chinatown, baru sampe ke Pudu. Saya percaya aja dong, saya pernah sekali sih ke Pudu & Chinatown, tapi lupa harus turun di stasiun mana. Akhirnya berangkatlah kita ke Pasar Seni. Sesampainya disana, saya tanya temen saya, kita harus kemana, dan dia bilang “Gak tau. Saya baru sekali ke Chinatown dan saya belum pernah ke Pudu”, ya Allah ya Tuhankuuu… Saya langsung panik dong. Dua cewek celingukan, di tempat yang amat sangat asing dan ga bisa dibilang aman. Yaudah akhirnya saya jadi pemandu arah, saya sih inget-inget dikit perjalanan sebelumnya saya ke Chinatown & Pudu, waktu pertama kali saya kesana, dibawah guidance Tony. Dengan bekal membaca petunjuk jalan, sok tahu & berdoa, saya dan temen saya sampai dengan selamat ke Terminal Pudu.

Terminal Bus Pudu Raya

Ceritanya to be continue ahh… Saya ngantukkk :( See youu….