Books on Weekend
Dua buku yang saya beli weekend ini, sebagai ganti gak jadi nonton Naga Bonar (jadi) 2 karena kehabisan tiket.
Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Novel yang ditulis keroyokan oleh Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya dan Iman Hidajat ini berisikan panduan-panduan travelling dan review tempat-tempat indah yang ada di belahan dunia yang jelas jauuuhhh banget dari PI Mall
yang ditulis berdasarkan pengalaman para penulisnya sendiri. Buku ini menyelipkan unsur alur cerita antara 4 orang sahabat kecil dan intrik percintaan diantara keempatnya, dimana salah satunya akan melangsungkan pernikahannya di Barcelona dan ketiga sahabat lainnya harus bersusah payah mencapai ke Barcelona. Buku ini sangat menghibur dan bagus banget. Setiap tokoh memiliki ciri khas penulisannya masing-masing yang saya yakini sesuai dengan karakter dan pengalaman mereka pribadi. Paling gokil? Tentu saja Ucup aka Adhitya Mulya yang di setiap novelnya tidak pernah absen menyebutkan kegantengannya
Hihihi
Yang mungkin kurang dari novel ini ialah foto-foto dan peta dari tempat asal ke tempat tujuan serta tempat-tempat yang dilaluinya. Bagi seorang yang menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia dan hanya tau PI Mall seperti saya, jadinya agak susah membayangkan gimana cantiknya dan jauhnya perjalanan yang ditempuh oleh ke-4 tokoh tersebut. Sehingga yang lebih kuat ialah, cerita drama 4 tokoh, bukan tempat-tempat yang dilewati. Meskipun begitu, tips-tips ravellingnya tetap saja patut diikuti. Jangan lupa membaca footnote-nya yang terkadang gakk bangeeet..
hehehe
Overall, buku ini oke banget untuk dibaca! Seru deehhhh…
Update: Oh iya, buku ini benar-benar menginspirasi dan meng-engcourage saya untuk berani mengambil keputusan untuk bekerja di luar negri. Kalau ke-4 orang ini saja berani dan survive, kenapa saya tidak?
insya Allah… Amiin…
Ouch!!!

Buku yang ditulis oleh Melanie Subono (sounds familiar? She is the daughter of Adrie Subono, the owner of Java Musikindo) ini berisikan cerita atau lebih tepatnya curhatan dia selama menjadi LO untuk Java Musikindo. Well sebenernya dimulai sebelum dia di JM sih, tapi mayoritas disana.
Pandangan saya berubah setelah membaca buku ini. Bayangan akan seorang anak jutawan yang snob dan belagu langsung sirna, ternyata dia hanya perempuan biasa yang hidupnya dari hasil kerjanya sendiri, yang mungkin lebih melelahkan daripada saya.
Buku yang menupas pengalaman Melani menangani berbagai artis yang di promotori oleh Java Musikindo ini benar-benar kocak. Segala hal yang tidak diketahui tentang si artis, diungkap disini oleh seorang Melanie yang notabene tugasnya menemani si artis selama berada di Indonesia.
Mau tau apa kesukaan Maksim? Mau tau kenapa Mimi tidur dengan jendela yang harus ditempeli kertas hitam? Beli buku ini dan baca deh, gak nyesel
hehehe