8
Apr

Feed Icon Standardization

I notice in the Chicklet Chooser menu on Publicize tab on my Feedburner Dashboard, there were two feed standard icons, with big version and a smaller one. Feedburner refer to the feedicons.com to answer why feed icon standardization is needed.

Feedicons.com said that the usage of standardization is to:
• Eliminate confusion brought on by acronyms.
• Break down the international barriers.
• Bring feeds to the forefront.

Acording to feedicons.com, the icon is standard while the color may vary. Despite how I love the one that shows how many subscribers currently browse to the site, I support standardization. Because in this fast-moving technology world, there has to be something to hold on to, one of them is feed icon standardization. Please refer to feedicons.com for further reading.

4
Apr

If Only

If only I could make the time stops

And get back to where it was all started

Just to have another day with you

Enjoying the day like any other day

Like it was the most common thing to do

I would love to…

If only I could make the time stops

I would love to…

4
Apr

Red & Black WP Theme

RedOnBlack

Iseng.. I was just learning about Wordpress and its file structure, and also CSS. I transformed the original one into this version since I like white more as background, although I might not going to use it for my personal site.

If you think it’s good enough, you can download it here. Thanks in advance ;)

2
Apr

Books on Weekend

Dua buku yang saya beli weekend ini, sebagai ganti gak jadi nonton Naga Bonar (jadi) 2 karena kehabisan tiket.

Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Travelers' Tale

Novel yang ditulis keroyokan oleh Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya dan Iman Hidajat ini berisikan panduan-panduan travelling dan review tempat-tempat indah yang ada di belahan dunia yang jelas jauuuhhh banget dari PI Mall ;) yang ditulis berdasarkan pengalaman para penulisnya sendiri. Buku ini menyelipkan unsur alur cerita antara 4 orang sahabat kecil dan intrik percintaan diantara keempatnya, dimana salah satunya akan melangsungkan pernikahannya di Barcelona dan ketiga sahabat lainnya harus bersusah payah mencapai ke Barcelona. Buku ini sangat menghibur dan bagus banget. Setiap tokoh memiliki ciri khas penulisannya masing-masing yang saya yakini sesuai dengan karakter dan pengalaman mereka pribadi. Paling gokil? Tentu saja Ucup aka Adhitya Mulya yang di setiap novelnya tidak pernah absen menyebutkan kegantengannya ;) Hihihi

Yang mungkin kurang dari novel ini ialah foto-foto dan peta dari tempat asal ke tempat tujuan serta tempat-tempat yang dilaluinya. Bagi seorang yang menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia dan hanya tau PI Mall seperti saya, jadinya agak susah membayangkan gimana cantiknya dan jauhnya perjalanan yang ditempuh oleh ke-4 tokoh tersebut. Sehingga yang lebih kuat ialah, cerita drama 4 tokoh, bukan tempat-tempat yang dilewati. Meskipun begitu, tips-tips ravellingnya tetap saja patut diikuti. Jangan lupa membaca footnote-nya yang terkadang gakk bangeeet.. :D hehehe

Overall, buku ini oke banget untuk dibaca! Seru deehhhh…

Update: Oh iya, buku ini benar-benar menginspirasi dan meng-engcourage saya untuk berani mengambil keputusan untuk bekerja di luar negri. Kalau ke-4 orang ini saja berani dan survive, kenapa saya tidak? ;) insya Allah… Amiin…

Ouch!!!

Ouch!!!

Buku yang ditulis oleh Melanie Subono (sounds familiar? She is the daughter of Adrie Subono, the owner of Java Musikindo) ini berisikan cerita atau lebih tepatnya curhatan dia selama menjadi LO untuk Java Musikindo. Well sebenernya dimulai sebelum dia di JM sih, tapi mayoritas disana.

Pandangan saya berubah setelah membaca buku ini. Bayangan akan seorang anak jutawan yang snob dan belagu langsung sirna, ternyata dia hanya perempuan biasa yang hidupnya dari hasil kerjanya sendiri, yang mungkin lebih melelahkan daripada saya.

Buku yang menupas pengalaman Melani menangani berbagai artis yang di promotori oleh Java Musikindo ini benar-benar kocak. Segala hal yang tidak diketahui tentang si artis, diungkap disini oleh seorang Melanie yang notabene tugasnya menemani si artis selama berada di Indonesia.

Mau tau apa kesukaan Maksim? Mau tau kenapa Mimi tidur dengan jendela yang harus ditempeli kertas hitam? Beli buku ini dan baca deh, gak nyesel :D hehehe

2
Apr

Ribetnya Registrasi Domain .ID

Jujur saja, ini pertama kalinya saya membeli domain & web hosting. Terdengar ndeso pastinya mengingat background pendidikan saya yang IT ;) Tapi kan selalu ada pengalaman pertama untuk semua hal, jadinya saya PD saja. Setelah tanya kesana kemari, pilihan perusahaan web hostingnya ialah MasterWebNet.

Menurut pengalaman mini aktivasi domain .com hanya berlangsung paling lambat 2 hari saja. Sedangkan nama domain yang ingin saya beli ialah .ID. Karena saya pikir akan memakan waktu yang sama, ternyata saya salah! Registrasi .ID memakan waktu antara 7-10 hari! Huwaaaa…. Usut punya usut, ternyata domain .ID yang mengurus ialah Depkominfo.

Tapi kenapa yah .Com hanya 2 hari sementara .ID memakan waktu hingga 10 hari? Bukan hanya itu, bila pendaftaran domain .COM hanya diperlukan nomer KTP, kalau domain .ID memerlukan ktp itu di scan dan dikirimkan! Blah.. Sudah lama, ribet pulak… Oke lah memang domainnya gratis, tapi masa iya, karena gratis jadi kerjanya bisa lama?

Hayooo.. Kenapa hayooo…

Update: Alhamdulillah akhirnya registrasi selesai juga.. Saya pesan tanggal 23 Maret 2007, aktif tanggal 2 April 2007. Berarti memakan waktu sebelas hari biasa atau 7 hari kerja, kalau dibanding 2 hari registrasi .com? :D