MMUI dan Sistem Penilaiannya
Sudah hampir 2 tahun saya kuliah disini, tapi baru sekarang menuliskan tentang kuliah di MMUI. Yang akan saya ceritakan lebih dahulu adalah tentang sistem penilaiannya, here we go
Penilaian Satu Semester
Di MMUI, satu semester biasanya terdiri atas 2 – 3 mata kuliah. Suatu kali pernah satu semester ada 4 mata kuliah, itu sukses membuat kantung mata menghitam dan kurang tidur parah. Dalam 2 tahun kuliah terdapat 4 semester dan 1 semester pendek. Semester pendek ini tidak dapat digunakan untuk mengulang nilai-nilai yang jelek seperti waktu kuliah S1. Semester pendek di MMUI ini adalah perkuliahan biasa namun hanya 2 mata kuliah, jadwal kuliah setiap hari dan di padatkan menjadi 2 bulan saja (normalnya 4 bulan). Jadi nilai yang jelek, ga bisa diulang
Dalam 1 mata kuliah, terdapat 2 dosen berbeda yang akan mengajar. Dosen A akan mengajar Marketing di paruh pertama (sebelum mid-test) dan dosen B akan mengajar marketing di paruh kedua (setelah mid-test). Variable penilaian pada 1 mata kuliah biasanya fix untuk dosen A dan B, namun ada kalanya mahasiswa dapat bernegosiasi dengan dosen mengenai komponen dan besar presentasi penilaian. Mata kuliah dengan bobot 3 SKS terdiri atas 7 kali pertemuan, sementara 2 SKS terdiri atas 5 kali pertemuan.
Komponen Nilai Akhir
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat dua paruh yang berbeda untuk satu mata kuliah, maka saya akan menjelaskan dalam term 50% adalah nilai maksimal.
Komponen nilai akhir biasanya adalah sebagai berikut:
UTS/UAS : 20%
PCL : 15%
Tugas (kelompok/individu) : 15%
Nilai tersebut bukan harga mati. Komponen tersebut biasanya akan dituliskan pada sillabus setiap mata kuliah, sebelum perkuliahan dimulai. Terkadang ada beberapa komponen lain yang ada di dalamnya. Beberapa dosen membuka diri apabila mahasiswa mau bernegosiasi mengenai presentase nilai, namun sebatas koridor bahwa persentasi nilai UTS/UAS tidak boleh lebih kecil dari komponen lainnya.
Apa itu PCL?
PCL itu kepanjangan dari Paricipant Centered Learning yaitu nilai yang diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan partisipasinya dalam kelas dalam bentuk kartu dengan warna berbeda. Konsep PCL ini di adaptasi dari sistem belajar di Harvard Uni lho! Kalau di kuliah S1, lebih banyak belajar satu arah (dosen ke mahasiswa), kalau di MMUI lebih banyak diskusi. Nah diskusi ini yang dinilai dan diberikan kartu PCL. Tujuan diadakannya PCL ini adalah untuk menciptakan kelas yang hidup, mahasiswa belajar (membaca bab sesuai sylabus) terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas sehingga dosen dapat mengajarkan beyond the text book. Mungkin kalau sudah nonton 3idiots, MMUI pengennya memiliki mahasiswa seperti Rancho
Idealnya, sebelum kuliah dimulai dosen memberikan list pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh mahasiswa berdasarkan bab yang akan dibahas pada minggu tersebut. Namun ada beberapa dosen yang mengajak diskusi secara otodidak (tidak based on questions). Dan terkadang beberapa mahasiswa tidak membaca
hehehe memang kenyataan terkadang berbeda dengan rencana
Setiap partisipasi dinilai berdasarkan ketepatan jawaban, hal ini hak prerogatif dosen. Apabila pendapat dinilai baik, relevan dengan konsep yang sedang dibahas, maka akan diberikan kartu biru yang bernilai 100. Apabila agak2x nyerempet2x sedikit diberi kartu hijau yang bernilai 80, apabila sedikit tidak relevant maka tidak diberikan kartu atau kalau dosennya kasihan, dikasih kartu kuning bernilai 60
hehehee
Yang terjadi di penerapannya menyenangkan juga dan jangan dikira temen-temen di kelas ga akan aktif lho, di kelas aktif dan kompetitif banget
hihii kalau di film Harry Potter, hanya hermione yang angkat tangan kalau dosennya nanya, di MMUI hampir semuanya berebutan angkat tangan!
hihii
Nilai Akhir
Jadi, komponen nilai tersebut yang akan membentuk nilai akhir. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
Nilai-nilai yang didapatkan Budi:
UTS = 85
PCL = 100
Tugas = 85
Nilai akhir (1/2 semester): 20% * 85 + 15% * 100 + 15% * 85 = 44.75.
Asumsi bahwa performance Budi untuk paruh kedua adalah sama, maka nilai akhir budi adalah 89.5.
Lalu, 89.5 itu nilainya apa? A, A-, B+, B, B-? Yang memiliki kewenangan ini adalah pihak MMUI nya, dosen-dosen hanya submit nilai 89.5 lalu mahasiswa akan mengetahui nilai A/B-nya pada akhir semester. Saat ini MMUI menggunakan standard bahwa 85 ke atas adalah A. Sebelumnya digunakan distribusi normal sehingga nilai tertinggi di kelas mendapatkan A, walaupun bisa jadi tidak sampai ke nilai 85 (well, seringnya sih lebih ya
) heheheehe Pengisian KRS dan nilai akhir dapat dilihat secara online melalui website akademik. maksimal 2 minggu setelah ujian selesai.
Konsekuensi Absensi
Di awal perkuliahan sudah ditekankan bahwa apabila mahasiswa absen selama lebih dari 2 kali tanpa surat yang jelas, maka nilai akan diturunkan sebanyak 25%. Saya gak tau implementasinya, alhamdulillah kuliah belum pernah absen lebih dari 2 kali.
Okay that’s it
Berminat???
Tags: MMUI


Mau tanya MM UI donk..soalnya taun ini mau masuk MM UI..
Bisa minta alamat email? Thx.
Sy alumni MMUI juga,udah lama si…waw,jd sekarang udah ga pake sistem distribusi normal untuk penilaiannya??kl memang dah ga pake itu, bagus dehhh….krn dulu sy pake sistem itu dan mencekik sekali…untuk soal kompetitif,memang benar,apalagi di kelas reguler pagi,kompetisi tidak sehat pun di lakukan…
Ka Raini..maksudnya kompetisi tidak sehat apa?
Oia..Ka Raini ambil manajemen apa? Thx.
@Anggha email aja ke eksi.nads@gmail.com
@Raini iya dulu tuh pake distribusi normal. Skrg pake sistem grade, 85 aja udah dpt A hehehehe